Kamis, 02 Oktober 2008

Hari Ketigapuluh Empat: Kiamat Sudah Dekat

Hari Ketigapuluh Empat: Kiamat Sudah Dekat

Salah satu ciri dari agama samawi adalah ajaran tentang hari akhir dan kebangkitan. Tidak ada satu orang pun yang tahu kapan terjadinya, dan yang sampai kepada kita adalah syarat-syaratnya (lihat QS Muhammad (47):18). Allah melukiskan kejadian itu secara gamblang dalam QS Al Infithor (82):1-9. Dan dari hadits kita tentang tanda-tanda kiamat yaitu:

Tanda kiamat kecil yang telah muncul pada abad-abad pertama Islam
Diutusnya Nabi Muhammad saw
Rasulullah bersabda: “Aku diutus adalah bersamaan dengan kiamat seperti dua jariku ini.”
Terbelahnya bulan
“Telah dekat saat itu (hari kiamat) dan telah terbelah bulan” (QS Al Qomar (54):1)
Para ulama sepakat bahwa terbelahnya bulan terjadi pada zaman Rasulullah saw dan merupakan salah satu tanda mukjizat beliau.

Penaklukan Baitul Maqdis (al Quds)
- tahun 638 M/18 H, ditaklukkan oleh Umar bin Khothob
- tahun 1098 M/492 H, dikuasai pasukan Salib
- tahun 1187 M/583 H, ditaklukkan oleh Sholahuddin al Ayyubi
- tahun 1228 M/627 H, Raja Al Kamil dikalahkan oleh pasukan Salib
- tahun 1239 M/637 H, dikuasai kaum Muslim di bawah pimpinan An Nashir al Ayyubi
- tahun 1243 M/641 H, dikuasai kaum Salib
- tahun 1244 M/642 H, dikuasai kaum Muslimin di bawah pimpinan Malikus Sholih Ayyub
- tahun 1967 M sampai sekarang dikuasai oleh zionis salibisme.

Pertempuran dua kelompok besar dari kaum Muslimin
Rasulullah saw bersabda: “Tidak akan berdiri hari kiamat sehingga dua kelompok besar dari kaum Muslimin saling berperang dengan satu seruan (slogan kebenaran) yang sama.”
Perang ini telah terjadi, yaitu perang antara kelompok Ali bin Abi Tholib dengan Muawiyyah bin Abu Sofyan.

Kematian massal oleh wabah penyakit yang mematikan dengan cepat.
Rasulullah saw bersabda: “Aku menghitung ada enam perkara yang akan terjadi menjelang hari kiamat, yaitu: kematianku, kemudian penaklukan Baitul Maqdis, kemudian kematian massal akibat wabah penyakit qu’as (penyakit yang mematikan kambing dengan cepat). Kemudian melimpahnya harta (uang) sehingga apabila seseorang diberi gaji seratus dinar, maka ia tetap tidak puas (kesal), kemudian munculnya fitnah (godaan dan kemaksiatan) yang memasuki rumah setiap orang Arab. Kemudian adanya gencatan senjata (perdamaian) antara kaum Muslimin dengan Bani Ashfar (orang-orang Eropa dan Amerika). Kemudian mereka mengkhianati kamu, di mana mereka akan menyerangmu di bawah 80 bendera dan di bawah tiap-tiap bendera itu terdapat dua belas ribu tentara.”
Sekarang bisa kita saksikan sendiri telah muncul penyakit-penyakit baru seperti SARS, Avian Influenza dan lain-lain yang begitu cepat mematikan manusia hanya dalam hitungan jam.
Munculnya api dari Hijaz
Rasulullah saw bersabda: “ Tidak akan berdiri hari kiamat sehingga api dari negeri Hijaz yang akan menerangi leher-leher unta di Bashra.”
Api tersebut telah keluar pada bulan Jumadil Akhir tahun 645 H, di mulai dengan sebuah guncangan yang dahsyat.
Tanda-tanda kiamat kecil pada abad-abad terakhir Islam sampai sekarang, di antaranya:
Budak wanita melahirkan tuannya.
Rasulullah saw ditanya oleh Jibril as tentang hari kiamat, maka beliau saw menjawab: “Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya.” Kemudian Jibril as berkata: “Kalau begitu kabarkanlah kepadaku tanda-tandanya.” Beliau saw menjawab: “Seorang budak wanita (al amah) akan melahirkan tuannya dan engkau akan melihat orang-orang yang tidak berterompah, tidak berpakaian, miskin dan para penggembala kambing (rakyat jelata yang miskin)akan tinggal di gedung-gedung yang menjulang tinggi.”
Tafsiran yang pertama, hal ini merupakan kiasan dari banyaknya penaklukan Islam dan juga banyaknya para budak wanita maupun pria. Budak wanita akan melahirkan anak laki-laki yang akan menjadi tuan bagi ibunya karena anak tersebut adalah anak dari tuan budak wanita tersebut. Adapun tafsiran kedua, hal ini merupakan kiasan banyaknya kedurhakaan anak terhadap ibunya.
Rakyat jelata yang miskin akan tinggal di gedung-gedung yang menjulang tinggi.
Orang-orang bodoh dijadikan pemimpin
Rasulullah saw bersabda: “Apabila engkau melihat orang-orang yang tidak berterompah, tidak berpakaian, tuli dan bisu menjadi para raja di bumi, maka itulah tanda-tanda kiamat.”
Diangkatnya ilmu dan munculnya kejahilan manusia (dalam arahan hidup dan yang menyangkut kehidupan akhirat)
Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya menjelang kiamat akan datang har-hari di mana padanya akan turun kejahilan, diangkatnya ilmu dan banyaknya kegaduhan (al Haraj. Sedangkan kegaduhan itu adalah pembunuhan.”
Adapun cara terangkatnya ilmu dan turunnya kejahilan itu telah dijelaskan oleh Rasulullah saw: “Sesungguhnya Allah SWT tidak akan mencabut ilmu dengan sekali cabut dari manusia, akan tetapi dengan cara mencabut para ulama sehingga apabila tidak ada lagi ulama yang tersisa, maka manusia akan mengangkat para pemimpin yang jahil. Kemudian mereka itu ditanya (tentang hukum-hukum dalam agama), maka mereka memfatwakan tanpa berdasarkan ilmu, maka mereka sesat lagi menyesatkan.”
Banyaknya pembunuhan di mana-mana.
Meminum khamer dan penamaan perbuatan tersebut bukan dengan namanya.
Rasulullah saw bersabda: “Sebagian dari umatku akan meminum khomer dan mereka akan menamakan perbuatan itu bukan dengan namanya.”
Banyaknya perbuatan zina dan kotor
Banyaknya terjadi gempa bumi
Rasulullah saw bersabda: “Menjelang hari kiamat akan terjadi kematian massal dan tahun-tahun gempa.”
Telah kita saksikan sendiri, gempa yang mengguncang di kota Liwa, Tokyo, tempat-tempat lain di dunia dan terakhir tercatat di kota Bam (Iran) yang merenggut korban jiwa 30.000 dan luka-luka 30.000 orang, terakhir tsunami Aceh yang merenggut lebih dari 200.000 jiwa orang. Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun.
Umat-umat manusia yang lain berebutan terhadap uamat Islam sebagaimana orang-orang yang sedang berebut makanan terhadap sepiring makanan.
Rasulullah saw bersabda: “Hampir saja umat-umat (selain kamu) memperebutkanmu dari segala penjuru sebagaimana orang-orang yang sedang makan memperebutkan semangkuk makanan mereka.” Para sahabat bertanya: “Apakah jumlah kami sedikit waktu itu ya Rasulullah?” Beliau menjawab: “Pada saat itu jumlahmu banyak, akan tetapi keberadaanmu seperti buih di lautan. Ketakutan musuh-musuhmu akan tercabut dari dada-dada mereka dan di dalam dada-dada kalian terdapat al Wahn.” Para sahabat bertanya: “Apakah itu al Wahn wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Cinta dunia dan takut mati.”
Banyaknya wanita-wanita yang tidak berpakaian
Yaitu wanita-wanita yang menutup sebagian tubuhnya dan membuka sebagiannya. Atau mereka memakai pakaian ketat (sempit) dan tipis, di mana dengan demikian mereka berarti belum menutup aurat.
Munculnya orang-orang yang bodoh yang ikut berbicara tentang urusan-urusan masyarakat.
Rasulullah saw bersabda: “Di pintu gerbang kiamat akan muncul tahun kepalsuan (penuh penipuan/manipulasi), di mana orang-orang yang jujur akan menjadi yang tertuduh dan orang-orang yang yang semestinya tertuduh dipercayai. Dan pada masa itu muncul Ar Rawaibidhoh.” Lalu para sahabat bertanya: “Apakah itu Ar-Rawaibidhoh itu?” Rasulullah saw berkata: “Yaitu orang-orang yang bodoh yang ikut berbicara tentang urusan masyarakat umum.”
Ucapan salam (Assalamu’alaikum) hanya diucapkan oleh seseorang yang telah dikenalnya saja.
Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya di antara syarat-syarat kiamat adalah bahwa seorang laki-laki hanya mengucap salam (terhadap orang-orang yang telah dikenalnya saja).”
Hilangnya kehati-hatian manusia di dalam mendapatkan rezeki yang halal.
Rasulullah saw bersabda: “Akan datang suatu zaman di mana orang-orang tidak akan peduli lagi terhadap apa-apa yang mereka peroleh, apakah dari yang halal ataukah dari yang haram.”
Banyaknya sifat bohong dan ia menjadi hal yang umum.
Rasulullah saw bersabda: “Kiamt hampir saja akan berdiri apabila telah banyak perbuatan bohong, masa (jarak waktu) akan terasa dekat (cepat) dan pasar-pasar akan berdekatan (karena banyaknya).”
Jarak-jarak antar pasar menjadi dekat
Manusia bermegah-megah dan berbangga dengan keindahan masjid dan fasilitasnya. Rasulullah saw bersabda: “Tidak akan terjadi kiamat, hingga manusia bermegah-megah dengan masjid-masjid.”
Manusia akan mewarnai rambut kepalanya dengan warna hitam agar terlihat lebih muda. Rasulullah saw bersabda: “Pada akhir zaman akan muncul suatu kaum yang mencelup rambut mereka dengan warna hitam seperti ‘bulu merpati’ yang mana mereka itu tidak akan mencium bau surga.”
Manusia saling berbunuh-bunuhan tanpa tujuan (kebenaran yang jelas).
Rasulullah saw bersabda: “Demi Dzat yang diriku di tangan-Nya. Sungguh akan datang suatu zaman di mana pada zaman itu si pembunuh tidak mengerti mengapa ia membunuh dan si terbunuh juga tidak mengerti mengapa ia dibunuh.”
Seorang laki-laki dihormati bukan karena budi dan kebaikannya, tetapi karena orang takut akan kejahatannya.
Rasulullah saw bersabda: “Apabila harta rampasan perang (milik umum) dikuasai segelintir orang, harta zakat menjadi hutang, seorang laki-laki (suami) mentaati istrinya dan mendurhakai ibunya, berbuat baik kepada teman dan berbuat kasar kepada ayahnya, suara-suara meninggi di masjid, yang menjadi pemimpin suatu kaum (bangsa) adalah orang yang hina (berbuat keji) di antara mereka dan yang menjadi kabilah (kepala suku) adalah orang yang fasik di antara mereka, seorang laki-laki dihormati disebabkan oleh karena orang takut pada sifat jahatnya, khomer biasa diminum, sutra biasa dipakai (oleh laki-laki), munculnya para penyanyi wanita (biduanita) dan alat-alat musik, orang-orang dari umat yang terakhir ini melaknat uamt yang terdahulu. Maka ketika itu, hendaklah mereka menunggu kedatangan angin merah atau pembalikan bumi atau pemburukan bentuk dan tanda-tanda yang beriringan. Seperti kawat susunan manik-manik di sebuah tali yang terputus, maka terlepaslah ia secara beriringan.”
Memandang rendah terhadap darah
Rasulullah saw bersabda: “Bersegeralah untuk melakukan amal soleh, apabila telah muncul enam perkara. Pengangkatan pemimpin yang bodoh, banyaknya jumlah polisi, penjualan kepemimpinan (jabatan), tidak ada penghargaan terhadap darah, pemutusan silaturahim, orang-orang mabuk yang menjadikan Al Quran sebagai alat nyanyian, di mana mereka mendahulukan seseorang di antara mereka menjadi imam agar menyanyikannya, walaupun orang tersebut yang paling sedikit ilmunya.”
Munculnya gaya hidup yang bermewah-mewah dan manja dalam umat Islam.
Rasulullah saw bersabda: “Maka demi Allah, bukan kefakiran yang aku takutkan kepada kamu, akan tetapi yang aku takutkan adalah bahwa dunia akan dilapangkan untukmu sebagaimana ia telah diluaskan kepada orang-orang sebelum kamu. Maka kamu akan berlomba-lomba untuknya sebagaimana mereka (para pendahulu tersebut) berlomba-lomba, lalu ia akan menghancurkanmu sebagaimana ia telah menghancurkan mereka.”
Orang-orang berangan-angan untuk cepat mati karena banyaknya huru hara yang terjadi. Rasulullah saw bersabda: “Tidak akan berdiri hari kiamat, sehingga apabila seorang laki-laki melewati sebuah kubur, maka ia akan berkata: Aduhai alangkah baiknya seandainya aku juga berada di tempatmu.”
Anak-anak menjadi pemarah dan hujan menjadi bencana.
Rasulullah saw bersabda: “Di antara tanda dan syarat kiamat adalah anak-anak menjadi pemarah, hujan akan menjadi bencana dan jumlah orang-orang yang jahat akan membanjir.”
Telah kita saksikan sendiri, bagaimana anak-anak menjadi pemberang dan berpikiran dangkal. Hanya karena tidak bisa membayar biaya sekolah, banyak dari anak-anak yang mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri.
Irak diboikot dan negeri Syam dikepung
Dari Jabir, Rasulullah saw bersabda: “Hampir saja tidak boleh di bawa negeri Irak secupak (qafizh) makanan atau sebuah dirham.”Kami (para sahabat) bertanya: “Siapakah yang melakukan ini wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Orang-orang Ajam (non Arab) yang melarang hal tersebut.” Kemudian beliau saw berkata: “Hampir saja tidak boleh dibawa secupak makanan (mudyun) atau sebuah dinar kepada penduduk Syam.”Kami bertanya: “Siapa yang melakukan hal itu ya Rasulullah?” Beliau menjawab: “Orang-orang Romawi.” Kemudian ia (Jabir) diam sejenak dan berkata: Telah bersabda Rasulullah saw: “Pada akhir masa umatku akan ada khalifah yang melimpahkan harta selimpah-limpahnya dan ia sama sekali tidak akan menghitung-hitungnya.”
Tanda-tanda besar kiamat yang dapat dilihat oleh kaum Muslimin

Munculnya Dajjal
Al Masihuddajal adalah salah satu fitnah terbesar di akhir jaman. Sebagai salah satu tanda-tanda kiamat besar. Dajjal adalah anak laki-laki dari seorang manusia kaum Yahudi yang buruk. Ia dikelilingi oleh setan dan diikuti oleh 70.000 orang Yahudi. Ciri-ciri Dajjal adalah:

  1. Rasulullah bersabda, “Ia adalah seorang laki-laki yang berbadan besar, merah, berambut keriting dan bermata sebelah” (HR Bukhori dari Ibnu Umar)
  2. Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Al Masihuddajjal adalah seorang laki-laki pendek, ujung telapak kakinya berdekatan, sedangkan tumitnya berjauhan, berambut keriting, bermata sebelah dengan mata yang terhapus.” (Diriwayatkan dari Abu Dawud dari Ubadah bin Shamit)
  3. Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya kepala Dajjal itu dari belakang terlihat tebal dan berkelak-kelok.” (Diriwayatkan oleh Ahmad dari Hisyam bin Amr)
  4. Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Dajjal itu terhapus matanya sebelah kiri.” (Diriwayatkan oleh Ahmad dari Anas)
  5. Rasulullah bersabda, “Pada matanya yang sebelah kanan seolah ia adalah satu biji anggur yang terapung.” (HR Bukhori)
  6. Rasulullah bersabda, “Bukankah ia sesungguhnya ia itu bermata sebelah, dan tertulis di antara kedua mata Dajjal itu kata kafir, yang dapat dibaca oleh setiap Muslim.” (Mutafaqun ‘alaih)

Al Masihuddajjal hidup sampai sekarang dan mendapat rizki untuk hidup, akan tetapi ia tertahan (terpenjara) hingga pada masa yang telah ditentukan. Sebagaimana diriwayatkan dalam hadits berikut:

Fatimah binti Qois berkata: “Aku mendengar seruan dari tukang seru Rasulullah untuk melaksanakan sholat berjamaah, maka aku berangkat ke masjid dan sholat bersama Rasulullah. Aku sholat di shof para wanita di belakang kaum laki-laki. Ketika sholat sudah selesai, Rasulullah duduk di atas mimbar, sambil tersenyum beliau berkata: Demi Alloh, sesungguhnya aku mengumpulkan kalian bukanlah untuk suatu kabar gembira atau kabar buruk, akan tetapi aku mengumpulkan kalian karena Tamin ad Dari yang dahulunya adalah seorang pemeluk agama Kristen, maka ia telah memeluk agama Islam dan membai’atku. Ia telah berkata kepadaku dengan suatu perkataan yang sudah aku katakan kepada kalian tentang Al Masihuddajjal. Ia mengisahkan perjalanannya kepadaku, bahwa ia berlayar dengan sebuah kapal laut bersama 30 orang laki-laki dari dari kabilah Lakham dan Judzam. Kemudian mereka terombang-ambing oleh ombak badai selama 1 bulan. Hingga tersebut terdampar di sebuah pulau di tengah laut di arah tempat matahari terbenam. Lalu mereka semua duduk (istirahat) di suatu tempat yang terletak sangat dekat dengan kapal. Setelah itu mereka masuk ke dalam pulau tersebut, lalu mereka bertemu dengan seekor binatang yang berbulu lebat, sehingga mereka tidak bisa memperkirakan di mana ekornya dan mana kepalanya, karena tertutup bulu yang sangat lebat. Mereka berkata: Celaka, dari jenis apakah kamu ini? Ia menjawab: Saya adalah Jassasah. Mereka bertanya: Apakah Al Jassasah itu? (Tanpa menjawab) ia berkata: Wahai orang-orang, pergilah kalian kepada kepada seorang lelaki yang berada di biara itu. Sesungguhnya ia sangat ingin mendengar berita-berita dari kalian! Tamin Ad Dari berkata: Ketika ia telah menjelaskan kepada kami tentang laki-laki itu, kami pun sangat terkejut karena kami mengira; bahwa ia adalah setan. Lalu kami segera berangkat sehingga kami memasuki biara tersebut, tiba-tiba di sana ada seorang manusia yang sangat besar (yang pernah kami lihat) dalam keadaan terikat yang sangat kuat. Kedua tangannya terikat ke pundaknya serta antara dua lutut dan mata kakinya terikat dengan besi. Kami berkata: Celaka, siapakah kamu ini? Lelaki itu menjawab: Takdir sudah menentukan bahwa kalian akan kabar-kabar kepada saya, maka kabarkanlah kepadaku siapakah kalian ini? Mereka menjawab: Kami adalah orang-orang Arab yang berlayar dengan sebuah kapal, tiba-tiba kami menghadapi laut yang sedang berguncang, lalu kami terombang-ambing i tengah laut selama 1 bulan, maka terdamparlah kami di pulau ini. Lalu kami duduk di tempat yang terdekat dengan kapal, kemudian kami masuk ke pulau ini. Maka kami bertemu dengan seekor binatang yang sangat lebat bulunya sehingga kami tidak dapat membedakan mana ekornya mana kepalanya. Maka kami berkata: Celaka, apakah kamu ini? Ia menjawab: Aku adalah Al Jassasah. (Tanpa menjawab) ia berkata: Pergilah kalian kepada lelaki di biara itu, karena ia sangat menginginkan berita-berita yang kalian bawa. Lalu kami segera menuju tempatmu ini, maka kami terkejut bercampur takut karena mengira bahwa kamu ini adalah setan. Ia (laki-laki yang terikat itu) berkata: Beritakanlah kepada saya tentang pohon-pohon korma yang ada di daerah Baisan. Kami berkata: Tentang apa yang ingin kamu tanya darinya? Ia berkata: Saya menanyakan apakah pohon-pohon korma itu tetap berbuah? Kami menjawab: Ya. Ia berkata: Adapun pohon-pohon korma itu, maka ia (sebentar lagi) hampir saja tidak akan berbuah lagi. Kemudian ia berkata lagi: Beritakanlah kepadaku tentang danau Tiberia. Mereka berkata: Tentang apakah yang ingin kamu tanyakan perihalnya? Ia bertanya: Apakah ia tetap berair? Kami menjawab: Ya. Ia berkata: Adapun airnya, maka ia (sebentar lagi) hampir saja akan habis. Kemudian ia berkata lagi: Beritakanlah kepadaku tentang mata air Zugar. Mereka berkata: tentang apakah yang ingin kamu tanyakan? Ia bertanya: Apakah di sana masih ada air, dan apakah penduduk di sana masih menggunakan air dari mata air Zugar itu untuk bertani? Kami katakan kepadanya: Benar, ia berair banyak dan penduduknya bertani dari mata air itu. Lalu ia bertanya lagi: Beritakanlah kepadaku tentang Nabi yang ummi, apa sajakah yang sudah ia perbuat? Mereka menjawab: Dia telah keluardari Makkah menuju Madinah. Lalu ia bertanya: Apakah ia diperangi oleh orang-orang Arab? Kami menjawab: Ya. Ia bertanya: Apakah yang ia kepada mereka? Maka kami memberitahukan kepadanya bahwa ia (Nabi itu) telah menundukkan orang-orang Arab yang bersama dengannya dan mereka menaatinya. Lalu ia berkata: Apakah itu semua telah terjadi? Kami menjawab: Ya. Ia berkata: Sesungguhnya adalah lebih baik bagi mereka untuk menaatinya dan sungguh aku akan mengatakan kepada kalian tentang diriku, aku adalah Al Masihuddajjal dan sesungguhnya aku hampir saja diizinkan keluar. Maka aku akan keluar dan berjalan di muka bumi, dan tidak ada satu kampung pun yang tidak akan kumasuki dalam waktu 40 malam selain Makkah dan Thibah. Maka kedua negeri itu terlarang untukku, di mana setiap kali aku ingin memasuki salah satu dari kedua negeri itu, aku selalu dihadang oleh malaikat yang di tangannya ada pedang berkilau dan sangat tajam untuk menghambatku dari kedua negeri tersebut. Dan di setiap celahnya terdapat malaikat yang menjagnya. Ia (Fatimah si perawi hadits ini) berkata: Rasulullah saw bersabda sambil menghentakkan tongkatnya di atas mimbar: Inilah Thibah, Inilah thibah, Inilah Thibah (maksudnya kota Madinah). Bukankah aku sudah menyampaikan kepada kalian tentang hal ini? Orang-orang (para sahabat) menjawab: Benar. Beliau saw berkata: Saya tertarik dengan apa yang dikatakan Tamin Ad Dari, karena ia bersesuaian dengan apa-apa yang pernah aku sampaikan kepada kalian tentang Makkah dan Madinah. Bukankah ia (tempat Dajjal) terletak di laut Syam atau laut Yaman? Di mana Rasulullah mengisyaratkan tangannya ke arah timur. Ia (Fatimah) berkata: Hal ini saya hafalkan dari Rasulullah saw.” (HR Abu Dawud)

Di manakah tempat biara Dajjal sekarang? Biara itu terletak di arah timur, tepatnya di daerah Khurasan pada sebuah desa Isfahan (antara perbatasan Rusia dengan Iran). Sabda Rasulullah saw: Dajjal akan keluar dari sebuah negeri di Timur yang bernama Khurasan. (HR Tirmizi dan Hakim dari Abu Bakar). Dajjal akan diikuti oleh 70.000 orang Yahudi Isfahan yang memakai jubah besar berwarna hijau. (HR Ahmad dan Muslim dari Anas)

Turunnya Isa putra Maryam as
Sesungguhnya Isa putra Maryam tidaklah dibunuh seperti persangkaan orang Yahudi dan Kristen, dan sesungguhnya orang yang disalibkan oleh orang Yahudi adalah orang yang diserupakan dengan Isa as (lihat QS An Nisa (4): 157). Isa asa akan turun setelah munculnya Imam Mahdi dan setelah keluarnya Dajjal. Tempat turunnya Isa as adalah di menara putih Damaskus negeri Syiria. Beliaulah yang akan membunuh Dajjal.

Keluarnya Ya’juj dan Ma’juj

Terbitnya matahari dari tempat terbenamnya (terbit dari barat).

Rasulullah saw berasbda: “Tidak akan kiamat sehingga matahari terbit dari tempat terbenamya, apabila ia telah terbit dari barat dan semua manusia melihat hal itu maka mereka semua akan beriman dan itulah waktu tidak ada gunanya iman seseorang yang belum pernah beriman sebelum itu.”

Keluarnya binatang bumi (Dabbatul ardhi)
Rasulullah saw bersabda: “Binatang bumi itu akan keluar dengan membawa Tongkat Musa dan Cincin Sulaiman, maka ia akan mencap hidung orang kafir dengan tongkat dan akan membuat terang wajah orang mukmin dengan cincin, sehingga dengan demikian apabila telah berkumpul orang-orang yang maka di meja hidangan, maka salah seorang dari mereka akan berkata: Makanlah ini wahai orang mukmin, dan makanlah ini wahai orang kafir.”

Keluarnya asap
Rasulullah saw berasbda: “Sesungguhnya Rabbmu telah memperingatkan kamu dengan tiga hal. Pertama asap yang akan menyebabkan orang Mukmin seperti demam dan kepada orang kafir sehingga ia melepuh (pecah) serta keluar asap dari setiap telinganya, yang kedua adalah binatang, yang ketiga adlaah Dajjal.”

Tanda-tanda besar kiamat yang tidak kan dilihat oleh orang Mukmin
a. Pembenaman bumi di Timur
b. Pembenaman bumi di Barat
c. Pembenaman bumi di Semenanjung Arabia
d. Keluarnya api dari dasar teluk Aden yang akan menggiring manusia ke Mahsyar.

Demikianlah sedikit berita dari hadits yang nyata-nyata sebagian besar dari tanda-tanda hari akhir tersebut telah nampak. Mudah-mudahan berita itu menjadikan kita sadar akan kehidupan yang tinggal sebentar ini.

1 komentar:

telaga biru mengatakan...

tulisan anda sesuai dg hadis2 shahih.tp yg blm sy dapatkan diberita anda adalah munculnya seorang khalifah dr bangsa quraisny yg bernama sm dg nama rasulullah dan ayahnya pun bernama sm dg ayah rasulullah, padahal setahu sy hadisnya shahih.silahkan anda cek lagi di buku negeri2 akhir zaman terbitan arrisalah