Hari Ketigapuluh Empat: Ya’juj and Ma’juj (Gog and Magog) -The Satanic Troopers and Sign of The End of World
Salah satu tanda kiamat yang pasti terjadi adalah munculnya kembali Kaum Ya’juj dan Ma’juj. Kaum ini adalah bangsa perusak dan telah ada bahkan sebelum kedatangan Nabi Muhammad saw. Ya’juj dan Ma’juj dikurung oleh Dzulqornain dalam sebuah tembok dan sampai saat ini belum sanggup membukanya. Mari kita simak penjelasan dalam Al Quran:
Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan. Mereka berkata: "Hai Dzulkarnain, Sesungguhnya Ya'juj dan Ma'juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?” Dzulkarnain berkata: "Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka.. (QS Al Kahfi (18): 93-95).
Tentang kedatangan/kemunculan Ya’juj dan Ma’juj sebagai tanda hari akhir bisa kita simak dalam hadits berikut:
‘Nabi saw datang kepada kami ketika kami sedang mengkaji suatu hal, beliau berkata: “Apakah yang sedang kalian bahas?” Mereka menjawab: “Kami sedang mengingat tentang hari Kiamat” Beliau bersabda: “Seseungguhnya kiamat tidak akan terjadi sehingga menyaksikan sebelumnya 10 tanda:
þ Keluarnya asap tebal
þ Munculnya Dajjal
þ Munculnya binatang bumi
þ Terbitnya matahari dari tempat terbenamnya
þ Turunnya ‘Isa Ibnu Maryam
þ Keluarnya Ya’juj dan Ma’juj
þ Pembenaman bumi timur
þ Pembenaman bumi barat
þ Pembenaman semenanjung Arab
þ Keluarnya api dari Yaman yang akan menggiring manusia ke Mahsyar mereka.
(HR. Muslim dan Ahmad)
Apa Kata Bibel Tentang Ya’juj dan Ma’juj?
Jika kita menyimak Bibel (Alkitab), kita juga akan mendapati keterangan tentang kedatangan Ya’juj dan Ma’juj (Gog dan Magog). Hal itu bisa dilihat dalam Kitab Yehezkiel 38:2 dan dalam Kitab Wahyu 20:7-10. Kitab Wahyu memuat Nubuwat yang diterima oleh Yohanes (Yahya as):
“Dan setelah masa seribu tahun itu berakhir, Iblis akan dilepaskan dari penjaranya, ia akan menyesatkan bangsa-bangsa pada keempat penjuru bumi, yaitu Gog dan Magog, dan mereka mengumpulkan mereka untuk berperang dan jumlah mereka sama dengan banyaknya pasir di laut. Maka naiklah mereka ke seluruh dataran bumi, lalu mengepung perkemahan tentara orang-orang kudus dan kota yang dikasihi itu. Tetapi dari langit turunlah api menghanguskan mereka”. (Wahyu 20: 7-10)
Maka kita pun bertanya-tanya siapakah Ya’juj dan Ma’juj? Di manakah mereka sekarang berada? Siapakah yang akan menghancurkan mereka?
Siapakah Ya’juj dan Ma’juj?
Menurut Amin Muhammad Jamaluddin, bangsa Ya’juj dan Ma’juj adalah bangsa Turki dan ras Asia (Mongol, Jepang, China dll). Masih dari sumber yang sama, Nabi Nuh memiliki 3 orang putra, yaitu Ham yang menurunkan bangsa Afrika, Sam yang menurunkan bangsa Arab, Persia dan Romawi, serta Yafit yang menurunkan bangsa Turki serta Asia. Ciri-ciri mereka seperti bangsa Turki Mongolia, seperti yang disebutkan dalam hadits:
‘Kalian mengatakan kalau kalian tidak mempunyai musuh, sesungguhnya kalian tetap akan melawan musuh kalian hingga kemunculan Ya’juj dan Ma’juj yang berwajah lebar, bermata sipit, berkulit kuning, dan mereka akan turun dari berbagai bukit. Seolah wajah mereka bagai lempengan yang dipukul-pukul.’ (HR Ahmad)
Adalah menarik jika kita menelusuri arti kata Ya’juj dan Ma’juj. Dalam bahasa Arab kita tidak akan mendapatkan arti kata Ya’juj dan Ma’juj. Namun apabila kita membuka kamus bahasa China, akan kita jumpai arti kata Ya’juj dan Ma’juj. Ya’juj berarti penduduk benua Asia dan Ma’juj berarti penduduk benua Kuda. Apakah dengan arti kata ini berarti bangsa Ya’juj dan Ma’juj adalah bangsa Asia yang pandai berkuda sebagaimana bangsa Mongol yang identik dengan sebutan ‘Horse People’ karena kepandaiannya dalam mengendarai kuda? Apakah memang Ya’juj dan Ma’juj yang termaktub dalam Al Quran benar-benar bangsa Asia dan Mongol mengingat kekejaman dan kekejian bangsa Mongol saat melakukan invasi dunia? Wallahu a’lam bishowab.
Dimanakah Mereka Berada Sekarang?
Dalam QS Al Kahfi (18) 93-95, dijelaskan bahwa Ya’juj dan Ma’juj terkurung dalam dinding yang dulunya dibangun oleh Dzulqornain. Syeikh Hamdi bin Hamzah Abu Said menjelaskan bahwa yang dimaksud tembok penghalang itu adalah Tembok Besar China yang dibangun pada masa dinasti Chou. Tembok ini dimaksudkan untuk menahan serangan dari kaum Tartar dan Mongol serta bangsa asing lainnya. Menarik diketahui komposisi bangunan Tembok Besar China tersebut bukan hanya berasal dari batu dan tanah liat sebagai semen. Akan tetapi bangsa China juga menambahkan unsur logam dalam bangunan tersebut, sehingga Tembok tersebut menjadi sangat kokoh dan sulit untuk dihancurkan. Bagaimana dengan proses pembuatan Tembok Dzulqornain? Allah menjelaskan dalam Al Kahfi 95-98:
Dzulkarnain berkata: "Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka. Berilah aku potongan-potongan besi.” hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulkarnain: "Tiuplah (api itu).” Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: "Berilah Aku tembaga (yang mendidih) agar aku kutuangkan ke atas besi panas itu." Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya. Dzulkarnain berkata: "Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar.”
Terlepas dari benar atau tidaknya ijtihad Syeikh Hamdi, adalah lebih baik bagi kita untuk mengatakan bahwa tidak ada seorang pun yang tahu keberadaan mereka, sebagaimana Allah juga merahasiakan tempat disekapnya Al Masihuddajjal.
Kapankah Mereka Akan Keluar?
Mereka akan keluar setelah ‘Isa Ibnu Maryam as membunuh Dajjal. Saat ini mereka masih dikurung, namun mereka tidak pernah putus asa untuk berusaha melubangi dinding raksasa tersebut, sehingga bila mereka sudah hampir melihat matahari, berkatalah pemimpin mereka: “Kembalilah kalian, kita akan membukanya esok hari.” Kemudian mereka pun pulang, setelah itu mereka menemukannya kembali tertutup seperti sediakala. Hingga datang ilham dari Allah kepada pemimpin tersebut untuk mengatakan “Insya Allah” dengan berkata: “Kembalikah kalian, Insya Allah, kita akan membukanya esok hari.” Kemudian mereka pun pulang dan ketika mereka kembali lagi maka pada hari esoknya mereka menjumpai dinding yang dilubangi tetap seperti yang mereka tinggalkan kemarin. Dan mereka pun berhasil membukanya dan keluar pada manusia.
Rasulullah saw, ketika terbangun pada suatu hari dalam keadaan terkejut berkata: “Laa ilaha Illallah, celakalah orang-orang Arab akibat bencana yang sudah mendekat, pada hari ini hampir saja pembukaan dinding Ya’juj dan Ma’juj selesai seperti ini. Beliau saw melingkarkan ibu jari dengan telunjuknya. Lalu bertanyalah Zainab binti Jahsy: “Wahai Rasulullah apakah kita akan hancur sedangkan di antara kita terdapat orang-orang sholeh?” Beliau menjawab: “Ya, apabila sudah banyak terjadi kemaksiatan.”
Seberapa Besarkah Fitnah Ya’juj dan Ma’juj?
Hal tersebut dijelaskan dalam hadits berikut:
‘Dinding Ya’juj dan Ma’juj akan terbuka, maka mereka akan menyerang semua manusia, sebagaimana firman Allah Ta’ala: ‘Dan mereka akan turun dengan cepat dari seluruh tempat-tempat yang tinggi.’ (QS Al Anbiyaa (21):96). Maka mereka akan menyerang manusia, sedangkan kaum Muslimin akan berlarian dari mereka ke kota-kota dan benteng-benteng mereka, kemudian mereka mengambil binatang-binatang ternak bersama mereka. Sedangkan mereka (Ya’juj dan Ma’juj) meminum semua air di bumi, sehingga apabila sebagian mereka melewati sebuah sungai maka merekapun meminumnya sampai kering dan ketika sebagian yang lain dari mereka melewati sungai yang sudah kering tersebut maka meraka berkata: ‘Dulu di sini pernah ada air.’ Dan apabila tidak ada lagi manusia yang tersisa kecuali seorang saja di sebuah kota atau benteng, maka berkatalah salah seorang di antara mereka: ‘Mereka-mereka penduduk bumi sudah kita habisi, maka yang tertinggal adalah penduduk langit,’ kemudian salah seorang dari mereka melemparkan tombaknya ke langit dan tombak tersebut kembali dengan berlumuran darah yang menunjukkan suatu bala dan fitnah. Maka tatkala mereka sedang asyik berbuat demikian, Allah SWT mengutus ulat ke pundak mereka seperti ulat belalang yang keluar dari kuduknya, maka pada pagi harinya mereka pun mati dan tidak terdengar satu nafaspun. Setelah itu kaum Muslimin berkata: ‘Apakah ada seorang laki-laki yang mau menjual dirinya untuk kami (berani mati) untuk melihat apa yang sedang dikerjakan musuh kita ini?’ Maka majulah salah seorang dari mereka dengan perasaan (menganggap) bahwa ia telah mati, kemudian ia menemui bahwa mereka telah mati dalam keadaan sebagian mereka di atas sebagian yang lain (berimpitan), maka laki-laki tadi menyeru: ‘Wahai kaum Muslimin, bergembiralah karena sesungguhnya Allah SWT sendiri telah membinasakan musuhmu.’ Maka mereka pun keluar dari kota-kota dan benteng-benteng dan melepaskan ternak-ternak mereka ke padang rumput kemudian padang rumput itu di[penuhi oleh daging-daging binatang ternak, maka semua susu ternak tersebut gemuk (penuh) seperti tunas pohon yang paling bagus yang tidak pernah dipotong.’ (HR Ahmad, Ibnu Majah, Hiban, dan Hakim)
‘Adapun jumlah mereka sangat besar yang tidak bisa dihitung seperti semut atau belalang sehingga kaum Muslim akan menyalakan api selama 7 tahun, untuk berlindung dari penyerangan Ya’juj dan Ma’juj, para pemanah dan perisai mereka.’ (HR Ibnu Majah)
Sedangkan penyelamatan kaum Muslim akan dipimpin oleh Nabi Isa as, yaitu dengan mengungsikan kaum Muslim ke bukit Thur (Thursina). Hingga tibanya pemusnahan kaum itu dari Allah SWT, selama kurang lebih 7 tahun lamanya kaum Muslimin akan menderita akibat fitnah dan kekejaman yang ditimbulkan oleh kaum perusak tersebut.
Kesimpulan
Kemunculan Ya’juj dan Ma’juj adalah salah satu tanda hari Kiamat di antara tanda-tanda besar hari kiamat yang lain yang masih dijumpai oleh Kaum Muslimin. Sesudah kedatangan Dajjal dengan balatentaranya yaitu Kaum Yahudi, kaum Muslim masih harus menghadapi fitnah yang lain yaitu Kaum Ya’juj dan Ma’juj yang bakal menjadi sekutu Iblis dalam rangka menghancurkan umat manusia. Wallahu a’lam bishowab.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar